Ini Cara Cek Bahan Bangunan yang Berkualitas

Anda sedang membangun rumah? Nah, banyak hal yang harus Anda pertimbangkan ketika mau bangun rumah. Salah satu yang terpenting adalah bahan bangunan. Ada banyak bahan bangunan yang diperlukan, seperti besi, kayu, semen, pasir, bata, triplek, sampai bahan-bahan kecil seperti paku, dan sebagainya. Nah, hindari membeli produk yang harganya terlalu murah, yah.

Ini Cara Cek Bahan Bangunan yang Berkualitas

Kadang, karena ingin menghemat pengeluaran, Anda membeli bahan bangunan yang murah. Bahkan, terpenting adalah bahan bangunan yang paling murah. Begitu juga kalau membeli rumah yang jadi, KPR misalnya, biasanya developer akan membeli bahan bangunan yang juga sangat murah.

Mungkin tidak begitu masalah, kalau bahan bangunan murah yang Anda beli berada di grade paling rendah. Tapi, syaratnya, tetap memenuhi standar yang ditetapkan SNI. Lah, kalau tidak memenuhi standar, tentu rumah Anda tidak akan bertahan lama, kan? Bagi Anda yang masih awam dalam urusan cek kualitas bahan bangunan rumah Anda, simak tips berikut ini.

1. Untuk dinding, Bata atau Batako?
Nah, ini terpenting, karena dinding menjadi bagian utama dari rumah Anda, bukan? Sekarang biasanya Anda akan memilih bahan dinding, antara bata atau batako.

Bata terbuat dari bahan tanah liat yang kemudian dibakar. Harganya cukup murah, dan tahan terhadap air serta api. Kelebihan lainnya, ruangan dengan dinding terbuat dari bata menjadi lebih sejuk. Namun, biasanya waktu pemasangan bata akan jauh lebih lama. Juga banyak semen yang diperlukan untuk merekatnya.

Sedangkan batako, terbuat dari campuran semen dan pasir. Harganya lebih murah dan ukurannya juga lebih besar. Bahkan, bila pekerjanya sudah ahli, sudah tidak perlu diplester lagi, loh. Tapi, batako cepat retak dan rentan ketika dipaku. Selain itu ruangan terasa lebih panas.

2. Kerangka Atap, Kayu atau Baja?
Kerangka kayu dan kerangka baja sebenarnya sama kuatnya. Apalagi, kalau kayu yang digunakan adalah kayu yang berkualitas tinggi. Kayu juga dijamin cukup kuat menopang atap, asalkan kembali lagi bahwa kayu yang Anda beli bukan kayu murahan.

Tapi, kerangka baja untuk saat ini lebih direkomendasikan. Meskipun sedikit lebih mahal, namun kerangka baja jauh lebih ringan dan tahan air, dibanding kayu. Tidak hanya itu, kerangka baja juga tidak terbakar dan tidak menyusut atau malah memuai.

3. Pelapon, triplek atau gipsum?
Untuk bagian pelapon, biasanya yang dipilih adalah bahan triplek. Sekarang, ada lagi bahan lain yakni gipsum. Gipsum dibuat dari bahan kertas yang dijadikan bubur, lalu dicampurkan dengan kapur. Bahkan, sekarang, gipsum juga menjadi bahan dinding, loh.

Kelebihan gipsum adalah mudah dipasang, gampang diperbaiki dan menjaga suhu udara di ruangan tersebut. Tapi, kekurangannya, apabila sering lembab maka gipsum akan segera berjamur. Ditambah lagi, biaya pemasangan untuk gipsum juga jauh lebih mahal ketimbang triplek. Ada satu lagi yang bisa digunakan sebagai pelapon, yang tentunya biayanya lebih mahal. Yakni, bahan PVC.

Sekarang, Anda sudah mulai mengenal bahan-bahan yang digunakan untuk membuat rumah, bukan? Tentunya, Anda juga harus mengenali jenis semen terbaik, pasir terbaik dan juga batu terbaik untuk menjadikan bahan-bahan pembuat rumah Anda lebih berkualitas.

Ingat, bila menggunakan bahan yang tidak berkualitas, Anda sendiri yang akan menanggung akibatnya. Karena rumah adalah sebuah investasi jangka panjang, maka jangan biarkan membuat rumah dengan bahan yang asal-asalan, yah.

0 komentar:

Posting Komentar